KESAN & PESAN

23 06 2012

Kesan :

Selama diajarin oleh dosen Analisis Laporan Keuangan yaitu Bu Ratih Juwita,, kesannya sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Antara dosen sama mahasiswa sudah seperti kakak kepada adek2nya. Soalnya, Bu Ratih mengajarkannya tidak membosankan dan kalau mau kasih tugas tidak banyak dan waktunya sangat panjang. Baru kali ini, dapat dosen yang asyik dan gokil. pokoknya buat Bu Ratih Juwita > You’re The best

 Pesan :

Tetap dipertahankan cara belajar seperti itu ya bu,, biar mahasiswanya tidak merasa bosan dan jenuh.





Analisis Laporan Keuangan

23 06 2012

Penjualan Tahun 2000 = 41.366

Penjualan Tahun 2001 = 40.990

Penjualan Tahun 2002 = 40.843

 

1.

a)      Penjualan Tahun 2000 – 2001

Penjualan Tahun 2001 / (Penjualan Tahun 2000 + Penjualan Tahun 2001 )

40.990 / ( 41.366 + 40.990 ) = 0,49 atau 49%

Jadi, Penjualan Tahun 2000 – 2001 = 0,49 atau 49%

b)      Penjualan Tahun 2001 – 2002

Penjualan Tahun 2002 / (Penjualan Tahun 2001 + Penjualan Tahun 2002 )

40.843 / ( 40.990 + 40.843 ) = 0,49 atau 49%

Jadi, Penjualan Tahun 2001 – 2002 = 0,49 atau 49%

2 .  Analisis Horizontal untuk neraca

Harta

2001

2002

Jumlah

%

Harta Lancar

1000

2000

3000

100%

Harta Tetap

1500

2500

4000

66,67%

Harta Tidak berwujud

2000

1500

3500

25%

Total Harta Hutang

4500

5500

10000

22,22%

Hutang Jangka Pendek

300

200

500

33,33%

Hutang Jangka Panjang

250

300

550

20%

Total Hutang

550

500

1050

9%

Modal

3950

5000

8950

26,5%

 

 

 

 

 





Soal – Soal Analisis Laporan Keuangan

8 05 2012
  1. Apa yang dimaksud dengan Laporan Keuangan?

a)      Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja Perusahaan.

b)      Laporan yang mencatat bagian keuangan di Perusahaan.

c)      Suatu proses pencatatan akuntansi untuk mendapatkan suatu laba dalam Perusahaan.

d)      Ringkasan dari suatu proses akuntansi.

Jawaban : A

2. Manakah diantara berikut ini yang tidak termasuk dalam Laporan Keuangan?

a)      Laporan Laba-Rugi

b)      Laporan Neraca

c)      Laporan Arus Kas

d)      Laporan Sumber Biaya

Jawaban : D

3. Yang bukan termasuk unsur-unsur yang berkaitan dengan pengukuran posisi keuangan?

a)      Aktiva

b)      Kewajiban

c)      Pasiva

d)      Ekuitas

Jawaban : C

4. Pentingnya analisis laporan keuangan bagi pemegang saham adalah ?

a)      Untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier.

b)      Untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.

c)      Untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.

d)      Untuk mengetahui penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.

 

Jawaban : B

5. Dibawah ini pihak manakah yang tidak termasuk dalam analisis laporan keuangan?

a)      Pihak Manajemen

b)      Pihak Pemegang Saham

c)      Pihak Pemerintah

d)      Pihak Distributor

 

Jawaban : D

6. Apa yang dimaksud dengan Laporan Arus Kas?

a)      Laporan sistematis tentang aliran kas masuk dan kas keluar (termasuk sumber-sumber dan penggunaannya) yang terjadi pada suatu periode tertentu.

b)      Laporan yang memuat ikhtisar dari pendapatan dan biaya-biaya dari suatu kesatuan usaha untuk suatu periode tertentu.

c)      Laporan yang menyajikan tentang perubahan modal yang terjadi selama satu periode.

d)      Laporan yang mencatat bagian keuangan di Perusahaan yang terjadi pada suatu periode tertentu.

 

Jawaban : A

7. Apa tujuan dari Analisis Laporan Keuangan?

a)      Menambah informasi yang luas yang ada dalam siati laporan keuangan.

b)      Mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.

c)      Mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.

d)      Mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier.

 

Jawaban : A

8. Apa yang dimaksud dengan Analisa Perbandingan dalam laporan keuangan?

a)      Metode dan teknik analisa rasio keuangan pada laporan keuangan baik neraca maupun laporan realisasi anggaran baik analisa secara horisontal maupun vertical.

b)      Metode analisa terhadap laporan keuangan dengan cara memperbandingkan untuk dua periode atau lebih, atau memperbandingkan laporan keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain.

c)      Metode yang digunakan dalam melakukan suatu penilaian terhadap kinerja perusahaan.

d)      Metode analisis menggunakan rasio perbandingan.

 

Jawaban : B

9. Dibawah ini yang bukan termasuk dalam rasio keuangan?

a)      Likuiditas

b)      Rentabilitas

c)      Probabilitas

d)      Solvabilitas

 

Jawaban : C

10. Ada berapa cara untuk membandingkan rasio keuangan?

a)      2 cara

b)      3 cara

c)      4 cara

d)      5 cara

 

Jawaban : A

11. Rasio yang membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dan penjualan bersih untuk menunjukan berapa bagian dari penjualan bersih yang menjadi laba setelah bunga dan pajak, adalah pengertian dari?

a)      Return On Investment

b)      Net Profit Margin

c)      Operating Income Ratio

d)      Return On Equity

 

Jawaban : B

12. Manakah yang termasuk dalam rasio solvabilitas?

a)      Current Ratio

b)      Operating Income Ratio

c)      Total Debt to Total Equity Ratio

d)      Return On Investment

 

Jawaban : C

13. Yang tidak termasuk dalam keunggulan analisis rasio keuangan?

a)      Mengetahui posisi perusahaan ditengah industri lain.

b)      Menstandarisir size perusahaan.

c)      Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan yang lainnya secara periodik.

d)      Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakai.

 

Jawaban : D

14. Ada berapa macam-macam rasio likuiditas?

a)      2

b)      3

c)      4

d)      5

 

Jawaban : B

15. Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan, Pengertian rasio keuangan menurut?

a)      Graham Mott

b)      Keown

c)      Sofyan Syarif

d)      S. Munawir

 

Jawaban : C

 

 

 

Sumber :

 





Ketika Hati Bicara

15 04 2012

Ketika Daun jatuh dan menyentuh ku
Kuliat semua ratapan yang pernah kurasakan..
Semua sudah berlalu hingga tak dapat kuingat kembali.
Gelap… sunyi…. dan sepi
Semua seakan kembali pada waktu yang sama
Ku disini merenung meratapi kekesalanku…
Ku tak berdaya dengan apa yang kau perbuat…
Kau goreskan luka yang tak pernah kuinginkan..
Kau hancurkan hidupku ketika hari ku bersinar..
Kau..yg kuharapkan , tapi..
Mengapa… ???
Ketika semua orang bertanya tentang perjalanan kita?
Ku hanya diam dan membisu seakan teriakan ingin kukeluarkan dari bibirku…
Ketika keegoisan menghancurkan segalanya , aku sadar semua ini akan berakhir..
Dan ku hanya tersnyum. 





LAPORAN KEUANGAN

8 04 2012

Neraca Saldo

            Nama Akun

Debit

Kredit

Kas 5.000.000

Piutang Usaha     450.000

Perlengkapan 1.000.000

Sewa dibayar dimuka     300.000

Peralatan 2.500.000

Hutang Usaha

3.500.000
Modal

4.000.000
Prive    350.000

Pendapatan Jasa

3.500.000
Beban Gaji 1.100.000

Beban Lain-Lain    300.000

Total 11.000.000 11.000.000

Laporan Laba-Rugi

Pendapatan:

Pendapatan Jasa    3.500.000

Total Pendapatan                                                               3.500.000

Beban Usaha:

Beban Gaji                            1.100.000

Beban Lain-Lain                    300.000 +

Total Beban                                                                          1.400.000 –

Laba Bersih                                                                          2.100.000

 

 

Laporan Perubahan Modal

Modal Awal                                                                         4.000.000

Laba Bersih                          2.100.000

Prive                                          350.000 –

Penambahan Modal Akhir                                             1.750.000 +

Modal Akhir                                                                         5.750.000

 

 

Laporan Neraca

Aktiva

Aktiva Lancar :

Kas                                     5.000.000

Piutang Usaha                  450.000

Perlengkapan                1.000.000

Sewa dibayar dimuka    300.000 +

Total Aktiva Lancar                           6.750.000

Aktiva Tetap :

Peralatan                    2.500.000

Total Aktiva Tetap                             2.500.000 +

Total Aktiva                                           9.250.000

 

Passiva

Hutang Usaha    3.500.000

Modal Akhir       5.750.000 +

Total Passiva      9.250.000





Laporan Keuangan Bank Muamalat Syariah

13 03 2012

LAPORAN KEUANGAN BANK MUAMALAT SYARIAH

Apabila anda ingin mengetahui Laporan Keuangan Bank Muamalat, maka anda bias liat link dibawah ini.

NERACA

2010

http://www.muamalatbank.com/assets/pdf/publikasi/neraca/neraca_2011-03.pdf

2011

http://www.muamalatbank.com/assets/pdf/publikasi/neraca/neraca_2010-03.pdf

RASIO KEUANGAN

2010

http://www.muamalatbank.com/assets/pdf/publikasi/rasio_keuangan/rasio_2011-03.pdf

2011

http://www.muamalatbank.com/assets/pdf/publikasi/rasio_keuangan/rasio_2010-03.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERHITUNGAN RASIO KEUANGAN

Tanggal 31 Maret 2011 dan 2010

(Tidak diaudit)

NO

POS – POS

2011

2010

I

PERMODALAN

 

 

 

a. CAR dengan memperhitungkan risiko penyaluran dana

12,42%

10,52%

 

b. CAR dengan memperhitungkan risiko pasar

12,29%

10,48%

 

c. Aktiva Tetap Terhadap Modal

17,89%

23,57%

II

AKTIVA PRODUKTIF

 

 

 

a.Aktiva Produkti Bermasalah

4,12%

5,78%

 

b. 1. NPF Gross

4,71%

6,59%

 

    2. NPF Net

3,99%

5,83%

 

c. PPAP Terhadap Aktiva Produktif

1,60%

1,69%

 

d. Pemenuhan PPAP

103,86%

102,95%

III

RENTABILITAS

 

 

 

a. ROA

1,38%

1,48%

 

b. ROE

21,93%

26,86%

 

c. NIM

4,88%

6,39%

 

d. BOPO

84,72%

87,58%

IV

LIKUIDITAS

 

 

 

a. FDR

95,82%

99,47%

 

b. Quick Ratio

18,80%

25,25%

 

c. SIMA Terhadap DPK

0,00%

0,00%

 

d. Deposan Inti Terhadap DPK

30,52%

34,37%

V

KEPATUHAN

 

 

 

1.a. Persentase Pelanggaran BMPK

 

 

 

  1. Pihak Terkait

0,00%

0,00%

 

  2. Pihak Tidak Terkait

0,00%

0,00%

 

  b. Persentase Pelampauan BMPK

 

 

 

  1. Pihak Terkait

0,00%

0,00%

 

  2. Pihak Tidak Terkait

0,00%

0,00%

 

2. GWM Rupiah

5,21%

5,25%

 

3. PDN

8,43%

3,10%

 

PERHITUNGAN RASIO KEUANGAN

Tanggal 31 Maret 2010 dan 2009

NO

POS – POS

2011

2010

I

PERMODALAN

 

 

 

a. CAR dengan memperhitungkan risiko penyaluran dana

10,52%

12,29%

 

b. CAR dengan memperhitungkan risiko pasar

10,48%

12,10%

 

c. Aktiva Tetap Terhadap Modal

23,57%

14,94%

II

AKTIVA PRODUKTIF

 

 

 

a.Aktiva Produkti Bermasalah

5,78%

5,63%

 

b. 1. NPF Gross

6,59%

6,41%

 

    2. NPF Net

5,83%

5,82%

 

c. PPAP Terhadap Aktiva Produktif

1,69%

1,48%

 

d. Pemenuhan PPAP

102,95%

111,28%

III

RENTABILITAS

 

 

 

a. ROA

1,48%

2,76%

 

b. ROE

26,86%

42,13%

 

c. NIM

6,39%

6,75%

 

d. BOPO

87,58%

78,10%

IV

LIKUIDITAS

 

 

 

a. FDR

99,47%

98,44%

 

b. Quick Ratio

25,25%

46,78%

 

c. SIMA Terhadap DPK

0,00%

0,00%

 

d. Deposan Inti Terhadap DPK

34,37%

32,65%

V

KEPATUHAN

 

 

 

1.a. Persentase Pelanggaran BMPK

 

 

 

  1. Pihak Terkait

0,00%

0,00%

 

  2. Pihak Tidak Terkait

0,00%

0,00%

 

  b. Persentase Pelampauan BMPK

 

 

 

  1. Pihak Terkait

0,00%

0,00%

 

  2. Pihak Tidak Terkait

0,00%

0,00%

 

2. GWM Rupiah

5,25%

6,77%

 

3. PDN

3,10%

12,37%

 

Sumber : http://www.muamalatbank.com/index.php/home/investor/quarterly_report_new

 

 





LAPORAN KEUANGAN

9 03 2012

            Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

  • Neraca
  • Laporan Rugi-Laba
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
  • Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

            Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

                Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier
  2.  Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
  3.  Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
  4. Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.
  5. Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.

Keterbatasan laporan keuangan diantaranya adalah :

a)      Bersifat histories, sehingga mungkin sudah tidak relevan lagi dengan keadan sekarang.

b)      Bersifat umum dan bukan untuk tiap-tiap pemakai

c)      Didasarkan atas perkiraan kebutuhan pemakai

d)     Pengukuran dilakukan dengan menggunakan uang dan perubahan nilai uang tidak tercermin dalam laporan keuangan

e)      Memakai konsep konservatisme dalam menghadapi ketidakpastian sehingga tidak terlepas dari pemakaian pertimbangan dan taksiran-taksiran.

 Peranan pemeriksaan akuntan publik

                Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan berkembangnya dunia usaha yang semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Bisnis-bisnis yang dahulu tidak di bayangkan sebagai sektor usaha sekarang menjadi sektor besar, terutama bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal. Dalam bertransaksi, baik para investor maupun calon investor akan menggunakan informasi keuangan perusahaan sebagai salah satu pedoman dalam membuat prediksi-prediksi untuk mengambil keputusan bisnis, yaitu investasi dalam surat-surat berharga, khususnya dalam saham. Oleh karena itu, semua para pengelola perusahaan sangat membutuhkan informasi akuntansi dalam rangka pengambilan keputusan.

            Keadaan ini menjadikan akuntansi sebagai suatu profesi yang sangat dibutuhkan keberadaannya dalam lingkungan organisasi bisnis. Keahlian-keahlian khusus seperti pengolahan data bisnis menjadi informasi berbasis komputer. Pemeriksa keuangan maupun nonkeuangan, penguasaan materi perundang-undangan perpajakan adalah hal-hal yang dapat memberikan nilai lebih bagi profesi akuntan terutama akuntan publik Akuntan publik adalah akuntan profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang pemeriksaan terhadap laporan keuangan. Pemeriksaan ini terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para kreditur, investor, calon kreditur, calon investor, dan instansi pemerintah (terutama instansi pajak). Di samping itu akuntan publik juga menjual jasa lain kepada masyarakat seperti konsultan pajak, konsultasi bidang manajemen, penyusunan sistem akuntansi dan penyusunan laporan keuangan.

            Peran Akuntan Publik yang pertama adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat terhadap laporan keuangan. Di pasar modal dituntut pendapat wajar tanpa syarat terhadap laporan keuangan dari perusahaan yang akan menerbitkan (Initial Public Offering) atau yang telah terdaftar di bursa. Pendapat wajar tanpa syarat berarti laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh IAPI tanpa suatu catatan atau kekurangan dan kesalahan material Akuntan yang terdaftar di Bapepam-LK diharapkan menjadi gate keeper atau guardian angel dalam melindungi kepentingan publik dengan menghasilkan opini yang berkualitas atas laporan keuangan.

            Akuntan berperan dalam mengungkapkan informasi keuangan perusahaan dan memberikan pendapat mengenai kewajaran atas data yang disajikan dalam laporan keuangan. Dalam melakukan kegiatan, akuntan harus memperhatikan standar akuntansi keuangan yang ditetapkan oleh IAPI dan praktik akuntansi lainnya yang lazim di pasar modal. Dalam kaitannya dengan melindungi kepentingan publik, akuntan publik memegang peranan kunci dalam menjamin kewajaran penyajian informasi keuangan. Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, akuntan tidak diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh transaksi yang ada di perusahaan, namun diperkenankan hanya berdasarkan sampling.

            Dengan demikian, laporan keuangan yang telah diperiksa tidak menjamin bahwa laporan keuangan telah terbebas dari kesalahan namun kemungkinan masih mengandung kesalahan. Oleh karena itu, akuntan dalam memberikan pendapatnya akan menyatakan kewajaran atas laporan keuangan, bukan kebenaran atas laporan keuangan. Sepanjang akuntan telah melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang berlaku, maka akuntan yang bersangkutan tidak dapat dibebankan tanggung jawab atas kesalahan tersebut.

Bentuk-bentuk laporan keuangan

            Ada tiga laporan keuangan dasar yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan : neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas (Keown dkk., 2001 : 107). Neraca menggambarkan mengenai aktiva, utang dan ekuitas para pemilik perusahaan untuk tanggal tertentu, sedangkan laporan laba rugi menggambarkan pendapatan bersih dari kegiatan operasi perusahaan selama periode tertentu. Laporan arus kas menggabungkan informasi dari neraca dan laporan laba rugi untuk menggambarkan sumber dan penggunaan kas selama periode tertentu dalam sejarah hidup perusahaan.

  1. Laporan Rugi-Laba

            Laba adalah sejumlah nominal yang menunjukkan perkembangan kegiatan usaha suatu perusahaan. Laporan laba (Rugi) memiliki peranan penting di sini, yaitu sebagai alat ukur efisiensi manajemen perusahaan dan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. SFAS No 1 mengatakan bahwa fokus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi kinerja perusahaan yang ditunjukkan dari informasi laba dan komponennya dan tujuan utamanya memberikan informasi yang berguna bagi mereka yang paling berkepentingan stakeholder dalam laporan keuangan (Hendriksen dan Van Breda, 2000 : 309) dalam Rahadi Ari Baskoro (2007 : 30). Perhitungan laba (rugi) mengukur arus dari pendapatan dan beban (expenses) selama satu selang waktu, yang biasanya satu tahun. Persamaan perhitungan laba (rugi) dasar adalah (Weston dan Copeland, 1995 : 29).

            Laporan rugi/laba adalah laporan yang memuat ikhtisar dari pendapatan dan biaya-biaya dari suatu kesatuan usaha untuk suatu periode tertentu. Laporan laba/rugi digunakan pada perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam periode tertentu dan meramal kondisi perusahaan yang akan datang, oleh karena itu arti laba menjadi sangat penting di dalam laporan keuangan (Amin Widjadja Tunggal, 1997 : 21).

Laporan sistematis tentang penghasilan, biaya dan rugi- laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun).
            Bentuk laporan rugi – laba terdir dari;

a)      Bentuk Singgle Step
Yaitu penyusunan laporan rugi – laba yang dilakukan dengan membandingkan total pendapatan dengan total biaya.

b)      Bentuk Multiple Step
Yaitu penyusutan laporan rugi – laba yang dilakukan secara bertahap.

  1. Laporan Perubahan Modal
    Merupakan laporan yang menyajikan tentang perubahan modal yang terjadi selama satu periode. Pada perusahaan perseroan (PT) disebut laporan laba ditahan.
  1. Neraca

            Menurut Graham Mott (1996 : 32) neraca merupakan suatu gambaran keuangan perusahaan pada satu saat, biasanya pada hari terakhir bulan atau tahun. Satu sisi neraca menunjukkan nilai semua aktiva yang dimiliki perusahaan, dan sisi yang lain menunjukkan sumber-sumber dana untuk memperoleh aktiva tersebut. Amin Widjaja Tunggal (1997 : 17) dalam bukunya “Akuntansi Untuk Perusahaan Kecil dan Menengah” menyatakan Neraca sebagai suatu gambaran posisi keuangan suatu badan usaha pada saat tertentu yang lazimnya disajikan dalam bentuk, aktiva, hutang dan modal.

            Posisi keuangan disusun berdasarkan saldo perkiraan buku besar sebagai hasil atas berlangsungnya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan usaha sepanjang masa tertentu yang diolah sedemikian rupa, sehingga pengolahan data transaksi kegiatan usaha tersebut tidak saja dicatat secara historis, tetapi juga harus memenuhi prinsip-prinsip akuntansi.
Secara umum neraca terdiri atas aktiva atau kekayaan (assets), kewajiban-kewajiban (liabilities) dan modal (capital) yang menerangkan posisi keuangan suatu usaha sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.

                Bentuk neraca terdiri dari:

a)      Bentuk Scontro (Account Form)
Yaitu neraca yang disusun secara sebelah – menyebelah, dimana sebelah kiri/ debet untuk aktiva sedangkan sebelah kanan/kredit untuk hutng dan modal.

b)      Bentuk Stafel (Report Form)
Yaitu neraca yang disusun dari atas ke bawah, yaitu dengan urutan aktiva, hutang kemudian modal.

  1. Laporan Arus Kas      

            Arus Kas adalah kas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dan digunakan untuk membayar kepada kreditur dan pemegang saham (Ross dan Westerfield dalam Ahmad Hanin Fatah, 2002 : 19). Laporan arus kas adalah alat perencanaan yang akan membantu kita pada masa yang akan datang, menentukan kapan uang tunai diperlukan untuk membayar tagihan-tagihan, membantu manajer membuat keputusan usaha dan membantu kita dalam mengatur segala sesuatu aktivitas kas sebelum kas benar diperlukan.

            Yaitu laporan sistematis tentang aliran kas masuk dan kas keluar (termasuk sumber-sumber dan penggunaannya) yang terjadi pada suatu periode tertentu.

Tujuan Analisis laporan keuangan

            Analisis laporan keuangan yang dilakukan dimaksudkan untuk menambah informasi yang ada dalam suatu laporan keuangan. Secara lengkap kegunaan analisis laporan keuangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut:

  • Dapat diberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
  • Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan (implicit)
  • Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
  • Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan
  • Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori-teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi, peningkatan (rating). keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.

Prosedur dalam analisis laporan keuangan

            Sebagian besar tujuan umum dari analisis rasio keuangan keuangan adalah untuk menempatkan rasio tersebut sebagai petunjuk ataupun untuk menganalisis pengukuran kinerja perusahaan. Dengan adanya rasio keuangan perusahaan yang memiliki potensi financial distress sebagai awal dari kebangkrutan dapat diprediksi dengan mengamati buruknya rasio keuangan dari tahun ke tahun. Dengan demikian maka pemanfaatan rasio keuangan menjadi lebih luas, tidak hanya sekedar untuk menilai kesehatan perusahaan, tetapi juga untuk memperkirakan kemungkinan atas kebangkrutan dengan diawali oleh kondisis financial distress suatu perusahaan.

            Analisis rasio keuangan juga merupakan salah satu alat yang digunakan dalam melakukan suatu penilaian terhadap kinerja perusahaan. Menurut Mohammad Muslich (2000 : 61), bahwa analisis perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan memungkinkan bagi para pengguna untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dengan cepat. Dengan menggunakan rasio keuangan juga memungkinkan untuk melihat perbandingan jalannya perusahaan dari waktu ke waktu serta mengidentifikasi perkembangannya.

Metode dan tekhnik analisis

            Analisa laporan keuangan merupakan metode dan teknik analisa rasio keuangan pada laporan keuangan baik neraca maupun laporan realisasi anggaran baik analisa secara horisontal maupun vertikal. Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan keuangan sehingga dapat diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos jika diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode atau diperbandingkan dengan alat-alat pembanding lainnya. Dengan menerapkan metode analisa terhadap laporan keuangan, data-data yang disajikan dalam laporan keuangan menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah dimengerti. Analisa rasio keuangan meliputi analisa pertumbuhan masing-masing pos dalam laporan keuangan, analisa proporsi pos-pos dalam laporan keuangan, analisa varians (selisih) antara anggaran dengan realisasi anggaran dan evaluasi hasil perhitungan, interpretasi dan prediksi pos-pos dalam laporan keuangan.

Analisa Perbandingan

            Analisa perbandingan merupakan metode analisa terhadap laporan keuangan dengan cara memperbandingkan untuk dua periode atau lebih, atau memperbandingkan laporan keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain.Tetapi pada umumnya dilakukan untuk beberapa periode dari suatu perusahaan sehingga dapat diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut, misalnya:

a)      Laba/rugi yang sifatnya operasional maupun insidentil

b)      Diperoleh aktiva baru/perubahan bentuk aktiva

c)      Timbul/lunas/perubahan bentuk hutang

d)     Penambahan/pengurangan modal dan lain-lain.

Sumber :








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.